Jumat, 13 Juli 2018

Mari Akhiri dengan "Semoga Allah Senantiasa Bersamamu"

Rentang waktu Desember 2017 - 13 Juli 2018

Ummat islam senantiasa diajarkan tentang aqidah sebagai penopang tubuh. aqidah atau yang senantiasa disebut sebagai keyakinan adalah penyusun diri yang tanpanya pantaslah runtuh satu tubuh. Mari akhiri dengan "semoga Allah senantiasa Bersamamu". Makna yang begitu dalam yang bahkan mampu menggetarkan keyakinan, dan meyakinkan diri bahwa apa yang datang adalah apa yang harus pergi oleh ridho dan rencana Allah.
Bolehkah kita menyebutnya sebagai ujian? bolehkah kita menyebutnya sebagai jawaban doa yang  terpanjatkan dalam malam-malam istkharah, atau bolehkah kita menyebutnya sebagai bentuk ketidakpantasan atas diri yang lalai dalam maksiat? Entahlah
kita harus berkata apa lagi bila "kun fayakun" telah terjadi?

Jerman menyapa

Harapan baru

Cerita inspiratif

Allah penentu akhir cerita

Maka disinilah saatnya menguji aqidah yang berlatar harapan. Apakah harapan itu masih karena Allah atau sudah tercemari noda yang nampaknya masih kecil. Bolehkah kita melirik kembali "Apa yang menjadi miikmu tak akan pernah melewatkanmu". Ada saatnya diam hanya menjadi jawaban yang tak mampu dijelaskan dengan kata. Bismillah mungkin adalah jawaban terbaik. Tak bertanya lagi perihal alasan. Berharap "Bismillah" adalah kata terbaik untuk pengawal segalanya.

Jangan sedih perihal ketetapan Allah. Karena Hijrah bukan persoalan penggantian latar, penggantian status melainkan hijrah itu ujian dan itu adalah sunnatullah. Hingga kita dapati ujian akhir yaitu kematian. Tak perlu bergelut hanya untuk mengetahui sebuah alasan karena terkadang diam adalah alasan pertama.

Kata yang tak sempat tersampai:
Sehat selalu, semoga senantiasa dalam ridho Allah. Apapun jalannya, semua adalah rencana Allah. Mari berjalan diatas ridho Allah. Dan terimakasih atas segala nasehat dan pelajaran dalam memaknai arti hidup dan perjuangan. Semoga dipertemukan dilain waktu dengan akhir yang bahagia. maaf atas segala khilaf

"Sehat selalu"
FTH

13 Juni 2018
21.33 WITA

Sabtu, 16 Desember 2017

Masa Transisi

Bismillah..
Satu tahun insya Allah akan segera berlalu. Masa ini ku sebut saja masa transisi. Mengapa? Karena dari sekian gejolak yang telah terjadi dalam setahun ini (2017) seakan semuanya memberikan titik terang.

Terimakasih hijrahku. Istiqomahlah di atas jalan jalan hijrah. "Hijrah" yang ku sebut sebagai jalan menuju kebaikan. Meski banyak yang mengatakan hijrah yang sesungguhnya itu seperti ini dan itu namun yang ku yakini berusaha menjadi baik itu baik.

Alhamdulillah tgl 28 september kemarin resmi ku raih gelar sarjana farmasi ku. Gejolak yang begitu hebat kemudian mengantarkan diri pada hari ini, detik ini hingga ku ingin berkata "terimakasih telah membuatku terdidik menjadi manusia kuat". Kemudian Allah menghadirkan org yang bermaksud baik untuk hadir di kehidupan mendatang untuk membimbing. Belum terlalu lama namun darinya banyak ku belajar, banyak ku memahami dan banyak ku mengerti hingga membuka mataku bahwa hidup tak serta merta soal dunia dan sekelumit masalah. Melainkan tentang perjuangan atas diri dan sesama ummat muslim.


Hari ini negeri suci kemudian diserang banyak pembantaian namun hanya ada dua yang mereka yakini dalam membela negeri tersebut "Menang atau mati syahid" ma syaa Allah 😢. Di tengah gejolak mereka yang seperti itu lantas apa yang diri ini telah lakukan. Semua berlomba lomba memberi bantuan kepada palestina namun kita bisa apa. Ya Allah maafkan diri yang baru kemudian sadar sepenuhnya 🙏.

Bagaimana mungkin  bilal seorang budak yang berkulit hitam kemudian baru saja masuk islam bisa mempertahankan tauhidnya sedang yang beliau hafal hanyalah potongan ahad dari surah al ikhlas? Lalu bagaimana kita yang katanya islam sejak kecil, hidup dengan kecukupan, terlena dengan dunia, bersenang senang lalu tertawa sedangkan melihat saudara saudari kita di sana sedang berjuang.

Astagfirullahal adzim wa atubu ilaik 😔

Jumat, 30 Desember 2016

Bye 16 and Wellcome 17


Biarlah semua berjalan dengan apa adanya, berlalu dengan semestinya, dan berakhir dengan seharusnya.
_anonim

Bukan belajar namanya jika tak tersandung, bukan belajar namanya jika tak lelah, bukan belajar namanya jika tak berani, bukan pula belajar namanya jika tak tegar.

Terimakasih atas pemahaman, konflik, cerita satu tahun ini, yang selalu menjadi pembelajaran, pengingat, pembatas, dan peningkat kualitas diri. ^_^

Hari ini tgl 31 yang artinya expired date untuk target setahun telah habis. Apa yang nampak adalah apa yang telah di usahakan dan kelalaian yang tertunjukkan adalah senjata tajam yang bisa membunuh diri kapan saja. Karena itu ku sebut semua adalah pembelajaran. Kita ketemu lagi pada target selanjutnya atas ridho ALLAH. 

Semoga kita digolongkan sebagai orang orang yang senantiasa meningkatkan kualitas diri. Dan tetap dalam koridor Agama. Ihfazillah yahfazkum

*Just talking about expired date  of the target - NOT new year celebrate.


Nikmawati
Juli 2016: sagori island

Senin, 19 Desember 2016

Apa kabar

nikmawati

Bismillah..
Apakabar hati?
Apakabar istiqomah?
Dan apa kabar diri?

Masihkah kau dalam balutan istiqomah? Masihkah kau berada dalam bingkai ketaatan?
Masihkah lelahmu untuk agama Allah?

Jika kamu ragu menjawabnya, maka ku katakan inginkah kamu mati dalam keadaan seperti ini?

Terkadang kita hanya melihat apa yang ada di depan mata namun tidak dapat melihat apa yang ada dibalik tabir ketaatan.
Hati, maukah kau berdamai? Sini ku ceritakan tetang indahnya janji Allah, indahnya kedamaian dan indahnya ketenangan. Ketika kamu lelah cukup bercerita kepada tempat mengadu, ceritakanlah semuanya, ceritakanlah apa yang terjadi dan ceritakanlah setiap detailnya. Setelah itu berdirilah lalu kembali tersenyum kemudian kembali fokus pada nilai perjuangan. Sepertinya perjalanan akan panjang kawan.
Biarkan waktu yang selalu menjadi penjawab sesungguhnya.

Sabtu, 11 Juni 2016

Cerita Bulan Juni

nikmawati
Terimakasih untuk cerita bulan juni tahun ini

Masih dengan hal yang sama.
Hanya ingin meminta, bisakah kamu mengemas semuanya menjadi lebih sederhana?
mengemas dalam bingkisan siam hingga tiba waktunya menegendap oleh masa seolah semua tak ada.
Hal yang sama, bisakah kamu memecahkannya hingga beling-beling itu tak bisa disatukan kembali, walau mungkin akan melukaimu namun jangan lupa bahwa luka akan sembuh seiring waktu.

Tenanglah, karen bahagiamu kan kembali seperti dulu, meski tak ada sapa. Karena semua akan tenang dengan hembusan angin, semua akan mengendap setelah turunnya hujan, semua akan dingin ketika bergantinya musim dan semuanya akan hilang seiring waktu.

satu keyakinanku "Ihfazillah yahfazkum-Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu.
Ya muqollibal quluub tsabbit 'alaa dinik"

#sampai bertemu di cerita selanjutnya, terimakasih untuk semua kebaikan dan cerita yang sudah tercipta ^_^
#cerita hati

_Kabaena Island
_10:41 / 12 06 2016
_NS



Kamis, 20 Agustus 2015

Ketulusan Mimpi ^_^

Salam hangat untuk semuanya..
Tekadang aku selalu bertanya, apa yang sedang ku rasakan? Karena akupun terkadang tak mengerti. Yang ku mengerti hanyalah aku ingin hidup dengan ketenangan dan cinta ^_^. Itu hanya pembukaan, hehe.
***
10 hari yang lalu aku terbang meninggalkan kota makassar untuk mewujudkan salah satu dari impianku. Saat berada di angkasa, tatapanku tak lepas dari awan yang begitu menabjukkan, hal yang biasanya ku lihat dari bawah kini kulihat dari atas. Bagi org mungkin ini adalah hal biasa, namun bagiku tdk. Karena begitu banyak makna dan impian yang selalu kutitipkan dan ku ceritakan pada awan. Apa yang kurasakan sepertinya tak mampu lagi untuk ku gambarkan pada tulisan ini, karena hati yang akan mengerti semuanya secara mendalam dan karena aku percaya dengan kekuatan hati. Sempat bertanya kepada awan "ingatkah akan satu mimpi dua org anak manusia terhadapmu?" Yah mereka ingin melukiskan namanya dilangit dengan tinta putihmu. Namun mimpi itu entah telah sirna oleh salah satunya atau tidak, yang ku mengerti hanyalah ingin mewujudkan mimpi itu. Maka dengan penuh ketenangan dan indahnya ciptaan Tuhan ku wujudkan mimpi itu melalui goresan hati, yah inilah gambarnya:
Lihat tidak nama mereka? Yah, hanya yang memiliki impian itu yang mampu melihatnya ^_^. Hanya sekadar mewujudkan mimpi yang sirna ditelan masa. Ya Tuhan terimakasih atas segala kesempatan mu, dan tentunya ku sempatkan seuntuai kalimqjat diatas awan yang begitu menyejukkan hatiku.

"Mimpi dua org anak manusia"

Ditengah kegersangan
Ingin ku sampaikan cerita hari ini
Namun tak kulihat apapun
Kaktus musnah krn kekeringan
Burung-burung hilang ditengahnfatamorgana

Inginku bersua
Tentang mimpi dan perjuangan
Yang sempat tercapai
Namun apa daya karena kau tak lagi disisi

Bercakap dengan awan
Bercengkrama bersama langit
Berbisik pada pulau
Menceritkan asa di ujung perbtasan

Hey kamu yang disana
Pulau celebest katanya
Dari sini aku tak dapat melihat keindahanmu
Walau begitu ada hak yang membuatku takjub

Di awan yang bersih itu
Kulihat dua buah nama
Yang berdampingan saling menyapa
Yah itulah mimpi dua anak remaja
Kini aku melihatnya dengan matahati

Hari itu mimpi tersebut selalu bercerit
Namun hari ini mimpi itu tak bersua lagi
Hanya satu hal yang ku ketahui
Bahwa mimpi itu begitu murni dan tulus

Berharap suatu hari nanti
Mimpi ini akan berharga.

▪Diatas langit Indramayu▪

Coretan kecil di sore yang begitu dingin
Melukiskan kata bersama angin di kampus peradaban ^_^
Bundaran kampus UINAM.
Yah inilah tempat paling nyaman dan menenangkan bahkan bercerita bersama angin, langit, awan, pohon dan segalanya. Hingga memberikan ketenangan untuk hati seorang Nikma ^_^

▪NS
20 Agustus 2015

Rabu, 22 Juli 2015

Jejak sang pemimpi

Bismillah...
Sebelumnya aku akan menggambarkan keadaan beberapa bulan lalu.
Singkatnya, pada akhir bulan april hingga bulan mei merupakan masa yang cukup sulit untuk kujalani hingga dapat dikatakan "terpuruk" dikarenakan gejolak hati dua orang anak manusia. Yah bukan sesuatu yang hingga butuh kurang lebih dua bulan untuk kembali menata hati secara perlahan hingga pada bulan juni mampu mengerti dan memahamkan diri sendiri terhadap segala hal yang telah terjadi. Yang pada akhirnya membuat komitmen untuk diri sendiri tidak akan menjalani hal yang seperti itu lagi karena "aku yakin akan ada yang datang diwaktu yang tepat dan disaat semuanya telah siap" (ku sebut itu *halal). Kenapa aku menggambarkan sedikit hal ini karena aku ingin berterima kasih terhadap masalah yang datang hingga memberikanku banyak pelajaran yang begitu sangat berharga tentang kehidupan ini.
***
Kembali kepada mimpiku. Aku tahu bahwa kata mimpi bersifat sangat universal hingga banyak yang menafsirkan bahwa mimpi itu sesuatu yang hanya bersifat seperti angin yang tak perlu dihiraukan dan ada pula yang memaknai mimpi itu sebagai awal dari jejak seperti yang ku pahami saat ini. Akupun tahu bahwa mimpi itu tak pernah bernilai tanpa usaha sehingga mimpi itu dapat berupa sampah ataupun berupa bintang tergantung dari mereka yang memaknainya. Jadilah pemimpi sejati yang tak hanya sekadar bermimpi namun juga mewujudkan dan menikmati sajak-sajak mimpi tersebut.

Terkadang akupun jatuh dari mimpi itu, apa lagi dua bulan terakhir ini hingga tiba saatnya aku memahami sedikit arti kehidupan ini. dan kini aku juga telah menanmkan tunas tekad dalm diri ini. Dan alhamdulillah karena tunas tersebut ternyata mulai tumbuh menjadi pohon muda yang selalu mempertanyakan tentang dunia ini. Walaupun baru berupa pohon muda namun itu tak masalah karena pohon yang baik tumbuh dari benih yang luar biasa. Awalnya aku terkadang iri melihat orang lain yang lebih diatas dari diriku namun pada akhirnya aku sadar bahwa aku harus menciptakan jejak-jejakku sendiri. Tidak lama ini aku banyak membaca tulisan dari seorang teman yang dulunya setara dengan diriku namun ternyata saat ini dia mendahului mimpi kami yang sama, yang dulunya ada pernyataan "kita lihat siapa yang lebih dahulu mencapainya" dan kini dia lebih dulu. Awalnya cukup terpukul akan hal itu namun lagi-lagi memahami kehidupan adalah sebuah pembelajaran hingga perasaan itu berubah menjadi rasa bangga terhadapnya dan mendo'akan semoga dia mampu merai mimpi-mimpinya.

Saat ini tunas yang telah ditanam dalam diri telah tumbuh dengan begitu cepat hingga mampu ku katakan "aku akan menjadi orang besar" yang dari dulu aku telah meyakininya tanpa ragu. Tidak lama lagi aku akan kembali ke tempat rantauanku untuk menimbah ilmu, menyalurkan semangat, melanjutkan jejak-jejak hebat, mengabdikan diri, mengeksplorasi dunia, dan sebagainya disaat mahasiswa yang lainnya masih menikmati liburannya. Banyak yang bertanya kepadaku kena aku cepat kembali melangkahkan kaki menuju kota rantauan sedang perkuliahan akan berlangsung kurang lebih satu setengah bulan lagi (1 Septermber) dengan senyuman aku hanya menjawab "aku bosan di mamuju". Yah itulah aku! anak yang tak dapat duduk diam di rumah ^_^.

Banyak rencana yang akan ku lakukan sesampai di kota rantaunku dan Insya Allah akan terlaksana. Dan menghitung hari lagi aku akan menginjakkan kaki menorehkan salah satu jejak mimpi seorang nikma yaitu bertarung dalam suatu event bersama orang-orang yang tak ku kenal sebelumnya bahkan namanyapun belum tergambar di benak ini. Yah Insya Allah tgl 10 Agustus 2015 menuju PIMFI (Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia) yang awalnya hanya berupa rangkaian kata yang terlukis oleh pena kehidupan pada selembar kertas lusuh namun penuh energi dan semangat dengan harapan akan terwujud. Welcome PIMFI 2015 ^_^
***

Tak perlu memberitahukan orangsemua yang terjadi pada dirimu dengan keinginan untuk menyombongkan diri, karena apa yang perlu disombongkan karena kita tak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang yang berada diluar sana terlebih dihadapan Tuhan. Yang terpenting tetap mengerahkan segala energi positif dan usaha terhebat untuk kualitas diri yang lebih baik hingga mampu disebut sebagai ORANG!

#NS