Bismillah...
Sebelumnya aku akan menggambarkan keadaan beberapa bulan lalu.
Singkatnya, pada akhir bulan april hingga bulan mei merupakan masa yang cukup sulit untuk kujalani hingga dapat dikatakan "terpuruk" dikarenakan gejolak hati dua orang anak manusia. Yah bukan sesuatu yang hingga butuh kurang lebih dua bulan untuk kembali menata hati secara perlahan hingga pada bulan juni mampu mengerti dan memahamkan diri sendiri terhadap segala hal yang telah terjadi. Yang pada akhirnya membuat komitmen untuk diri sendiri tidak akan menjalani hal yang seperti itu lagi karena "aku yakin akan ada yang datang diwaktu yang tepat dan disaat semuanya telah siap" (ku sebut itu *halal). Kenapa aku menggambarkan sedikit hal ini karena aku ingin berterima kasih terhadap masalah yang datang hingga memberikanku banyak pelajaran yang begitu sangat berharga tentang kehidupan ini.
***
Kembali kepada mimpiku. Aku tahu bahwa kata mimpi bersifat sangat universal hingga banyak yang menafsirkan bahwa mimpi itu sesuatu yang hanya bersifat seperti angin yang tak perlu dihiraukan dan ada pula yang memaknai mimpi itu sebagai awal dari jejak seperti yang ku pahami saat ini. Akupun tahu bahwa mimpi itu tak pernah bernilai tanpa usaha sehingga mimpi itu dapat berupa sampah ataupun berupa bintang tergantung dari mereka yang memaknainya. Jadilah pemimpi sejati yang tak hanya sekadar bermimpi namun juga mewujudkan dan menikmati sajak-sajak mimpi tersebut.
Terkadang akupun jatuh dari mimpi itu, apa lagi dua bulan terakhir ini hingga tiba saatnya aku memahami sedikit arti kehidupan ini. dan kini aku juga telah menanmkan tunas tekad dalm diri ini. Dan alhamdulillah karena tunas tersebut ternyata mulai tumbuh menjadi pohon muda yang selalu mempertanyakan tentang dunia ini. Walaupun baru berupa pohon muda namun itu tak masalah karena pohon yang baik tumbuh dari benih yang luar biasa. Awalnya aku terkadang iri melihat orang lain yang lebih diatas dari diriku namun pada akhirnya aku sadar bahwa aku harus menciptakan jejak-jejakku sendiri. Tidak lama ini aku banyak membaca tulisan dari seorang teman yang dulunya setara dengan diriku namun ternyata saat ini dia mendahului mimpi kami yang sama, yang dulunya ada pernyataan "kita lihat siapa yang lebih dahulu mencapainya" dan kini dia lebih dulu. Awalnya cukup terpukul akan hal itu namun lagi-lagi memahami kehidupan adalah sebuah pembelajaran hingga perasaan itu berubah menjadi rasa bangga terhadapnya dan mendo'akan semoga dia mampu merai mimpi-mimpinya.
Saat ini tunas yang telah ditanam dalam diri telah tumbuh dengan begitu cepat hingga mampu ku katakan "aku akan menjadi orang besar" yang dari dulu aku telah meyakininya tanpa ragu. Tidak lama lagi aku akan kembali ke tempat rantauanku untuk menimbah ilmu, menyalurkan semangat, melanjutkan jejak-jejak hebat, mengabdikan diri, mengeksplorasi dunia, dan sebagainya disaat mahasiswa yang lainnya masih menikmati liburannya. Banyak yang bertanya kepadaku kena aku cepat kembali melangkahkan kaki menuju kota rantauan sedang perkuliahan akan berlangsung kurang lebih satu setengah bulan lagi (1 Septermber) dengan senyuman aku hanya menjawab "aku bosan di mamuju". Yah itulah aku! anak yang tak dapat duduk diam di rumah ^_^.
Banyak rencana yang akan ku lakukan sesampai di kota rantaunku dan Insya Allah akan terlaksana. Dan menghitung hari lagi aku akan menginjakkan kaki menorehkan salah satu jejak mimpi seorang nikma yaitu bertarung dalam suatu event bersama orang-orang yang tak ku kenal sebelumnya bahkan namanyapun belum tergambar di benak ini. Yah Insya Allah tgl 10 Agustus 2015 menuju PIMFI (Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia) yang awalnya hanya berupa rangkaian kata yang terlukis oleh pena kehidupan pada selembar kertas lusuh namun penuh energi dan semangat dengan harapan akan terwujud. Welcome PIMFI 2015 ^_^
***
Tak perlu memberitahukan orangsemua yang terjadi pada dirimu dengan keinginan untuk menyombongkan diri, karena apa yang perlu disombongkan karena kita tak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang yang berada diluar sana terlebih dihadapan Tuhan. Yang terpenting tetap mengerahkan segala energi positif dan usaha terhebat untuk kualitas diri yang lebih baik hingga mampu disebut sebagai ORANG!
#NS
Sebelumnya aku akan menggambarkan keadaan beberapa bulan lalu.
Singkatnya, pada akhir bulan april hingga bulan mei merupakan masa yang cukup sulit untuk kujalani hingga dapat dikatakan "terpuruk" dikarenakan gejolak hati dua orang anak manusia. Yah bukan sesuatu yang hingga butuh kurang lebih dua bulan untuk kembali menata hati secara perlahan hingga pada bulan juni mampu mengerti dan memahamkan diri sendiri terhadap segala hal yang telah terjadi. Yang pada akhirnya membuat komitmen untuk diri sendiri tidak akan menjalani hal yang seperti itu lagi karena "aku yakin akan ada yang datang diwaktu yang tepat dan disaat semuanya telah siap" (ku sebut itu *halal). Kenapa aku menggambarkan sedikit hal ini karena aku ingin berterima kasih terhadap masalah yang datang hingga memberikanku banyak pelajaran yang begitu sangat berharga tentang kehidupan ini.
***
Kembali kepada mimpiku. Aku tahu bahwa kata mimpi bersifat sangat universal hingga banyak yang menafsirkan bahwa mimpi itu sesuatu yang hanya bersifat seperti angin yang tak perlu dihiraukan dan ada pula yang memaknai mimpi itu sebagai awal dari jejak seperti yang ku pahami saat ini. Akupun tahu bahwa mimpi itu tak pernah bernilai tanpa usaha sehingga mimpi itu dapat berupa sampah ataupun berupa bintang tergantung dari mereka yang memaknainya. Jadilah pemimpi sejati yang tak hanya sekadar bermimpi namun juga mewujudkan dan menikmati sajak-sajak mimpi tersebut.
Terkadang akupun jatuh dari mimpi itu, apa lagi dua bulan terakhir ini hingga tiba saatnya aku memahami sedikit arti kehidupan ini. dan kini aku juga telah menanmkan tunas tekad dalm diri ini. Dan alhamdulillah karena tunas tersebut ternyata mulai tumbuh menjadi pohon muda yang selalu mempertanyakan tentang dunia ini. Walaupun baru berupa pohon muda namun itu tak masalah karena pohon yang baik tumbuh dari benih yang luar biasa. Awalnya aku terkadang iri melihat orang lain yang lebih diatas dari diriku namun pada akhirnya aku sadar bahwa aku harus menciptakan jejak-jejakku sendiri. Tidak lama ini aku banyak membaca tulisan dari seorang teman yang dulunya setara dengan diriku namun ternyata saat ini dia mendahului mimpi kami yang sama, yang dulunya ada pernyataan "kita lihat siapa yang lebih dahulu mencapainya" dan kini dia lebih dulu. Awalnya cukup terpukul akan hal itu namun lagi-lagi memahami kehidupan adalah sebuah pembelajaran hingga perasaan itu berubah menjadi rasa bangga terhadapnya dan mendo'akan semoga dia mampu merai mimpi-mimpinya.
Saat ini tunas yang telah ditanam dalam diri telah tumbuh dengan begitu cepat hingga mampu ku katakan "aku akan menjadi orang besar" yang dari dulu aku telah meyakininya tanpa ragu. Tidak lama lagi aku akan kembali ke tempat rantauanku untuk menimbah ilmu, menyalurkan semangat, melanjutkan jejak-jejak hebat, mengabdikan diri, mengeksplorasi dunia, dan sebagainya disaat mahasiswa yang lainnya masih menikmati liburannya. Banyak yang bertanya kepadaku kena aku cepat kembali melangkahkan kaki menuju kota rantauan sedang perkuliahan akan berlangsung kurang lebih satu setengah bulan lagi (1 Septermber) dengan senyuman aku hanya menjawab "aku bosan di mamuju". Yah itulah aku! anak yang tak dapat duduk diam di rumah ^_^.
Banyak rencana yang akan ku lakukan sesampai di kota rantaunku dan Insya Allah akan terlaksana. Dan menghitung hari lagi aku akan menginjakkan kaki menorehkan salah satu jejak mimpi seorang nikma yaitu bertarung dalam suatu event bersama orang-orang yang tak ku kenal sebelumnya bahkan namanyapun belum tergambar di benak ini. Yah Insya Allah tgl 10 Agustus 2015 menuju PIMFI (Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia) yang awalnya hanya berupa rangkaian kata yang terlukis oleh pena kehidupan pada selembar kertas lusuh namun penuh energi dan semangat dengan harapan akan terwujud. Welcome PIMFI 2015 ^_^
***
Tak perlu memberitahukan orangsemua yang terjadi pada dirimu dengan keinginan untuk menyombongkan diri, karena apa yang perlu disombongkan karena kita tak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang yang berada diluar sana terlebih dihadapan Tuhan. Yang terpenting tetap mengerahkan segala energi positif dan usaha terhebat untuk kualitas diri yang lebih baik hingga mampu disebut sebagai ORANG!
#NS